Lembar Kedua

dia membutuhkanku,

dia mencambuk gadis itu tepat di hati.

“kamu bahagia?”

kelenjar air matanya berkedut namun tak sekalipun ia biarkan memuntahkan isinya.

aku tidak tahu,

 

 

perempuan itu tak pandai bersandiwara.

bertahun-tahun ia menatap langit dengan putus asa.

dan mereka—tiada yang memukaunya.

dalam kepalanya terus terputar petikan senar gitar yang membuatnya ingin kembali padanya.

 

pada dia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s