Penyesalan

Maluku sudah di ubun-ubun.

Harapan prakata maaf akan diterimanya sudah pupus.

Ia bilang tidak akan mengaum, namun ku tahu mulutnya mendesis.

Ia bilang tidak akan berbalik, namun ku tahu hatinya terbelah.

Maaf seperti tak pernah cukup untuk menambal semua itu.

Namun sekali lagi,

Maaf.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s