Munafik

Rasanya sangat sulit untuk mengungkapkan isi hati.

Entah karena gengsi, atau karena yang lain.

Seperti menginginkan es krim vanilla, tapi malah menyantap yang cokelat.

Seperti menginginkan sepatu biru, tapi malah membeli yang hitam.

Seperti menginginkan parfum ini, tapi malah memakai yang itu.

Pada akhirnya kau sadar,

Kau menyantap es krim cokelat karena ibumu membelikannya.

Kau membeli sepatu hitam karena lembaga pendidikanmu mengharuskannya.

Kau memakai parfum itu karena perempuanmu lebih menyukainya.

Jadi mungkin,

Kau sulit mengungkapkan isi hati hanya karena ingin mereka senang.

Ingin membuat mereka nyaman.

Ingin membuat mereka tetap di sampingmu.

Walau pada akhirnya terlihat munafik,

Tapi itu semua sepadan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s