Bebal

Dunia menaburkan butiran kelabu yang raib apabila disentuh,

Menggulunglah awan kelam siap memuntahkan isinya,

Dan dia di bawah sana, terpaku menatap langit.

Melihat segala bumbu hidup bercampur aduk,

Lalu merantai segala kefanaan yang ada dalam waktu.

Dahulu ia pikir kegelapan hanya sementara–

Ada dan menghilang, seperti asap.

Tapi rasanya sinar mentari takkan bisa menembus kegelapan hatinya sekali lagi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s